Search

Wednesday, December 18, 2019

Chang Bogo Class


- Chang Bogo Class Submarine -

     Kapal Selam kelas Chang Bogo merupakan kapal selam pengembangan dari kapal selam jerman kelas U-209. Dibangun digalangan kapal Daewoo Ship Building, Korea Selatan dan galangan PT PAL, Indonesia. Yang membeli lisensi pembuatan kapal selam tersebut dari perusahaan pembuatan kapal jerman, Howaldtswerke Deutch Werft. Kapal Selam inipun mulai dibangun sejak tahun 1993 hingga saat ini dengan pengembangan serta moderninasasi terbarukan untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Indonesia maupun Angkatan Laut Korea Selatan sebagai pengguna saat ini selain Jerman yang masih menggunakan varian awal dari U-209.

Memiliki panjang 61 meter, tinggi 6,3 meter, serta kedalaman benaman 5,5 meter. Kapal selam kelas Chang Bogo memiliki bobot hingga 1400 ton dan dapat menampung hingga 33 awak kapal yang mampu beroperasi dilautan selama 50 hari sebelum kembali ke pelabuhan. Dengan besar dan bobot seperti itu, kapal selam Chang Bogo ditenagai 4 mesin diesel MTU Type 8V396 dan menggunakan 1 shaft sebagai penggerak yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 5000 shp. 




Untuk memenuhi kebutuhan listrik, kapal ini ditenagai 1 mesin Siemens Elektronik Motor untuk menunjang operasional kapal. Dengan 2 mesin tersebut, kapal ini dapat melaju hingga kecepatan 20 Km/H saat berlayar dipermukaan dan 39,8, Km/H saat menyelam dibawah air serta dapat menempuh jarak sejauh 20000 Km dengan kecepatan jelajah permukaan 19 Km/H dan 15000 Km dalam kondisi snorkling serta 740 Km dalam kondisi menyelam jauh dikedalaman 500 meter dibawah pwemukaan laut dengan kecepatan 7,4 Km/H.



Untuk sistem yang digunakan, Chang Bogo Class menggunakan sonar Atlas Elektronik CSU90 Search-and-attack sonar yang terpasang pada lambung kapal. Selain itu, kapal ini juga menggunakan radar pencegat berprobabilitas rendah Aries dan sistem Indra Pegaso RESM. Untuk perangkat tempurnya sendiri, Chang Bogo class menggunakan platform manajemen sistem terintegrasi L3 MAPPS dan Safran Sigma 40XP Inertial Navigation System.

Sedangkan untuk persenjataannya, kapal ini memiliki 8 tabung torpedo 533mm, 14 torpedo multi fungsi untuk serangan permukaan dan bawah laut, serta rudal UGM-84 Harpoon.



Dari 15 kapal yang direncanakan, baru terdapat 11 kapal yang aktif beroperasi dengan 1 kapal yang masih dalam tahap pembangunan. 3 kapal lainnya yang merupakan kapal pesanan Angkatan Laut Indonesia, diharapkan dapat segera dimulai tahap pembangunannya setelah disepakati kontrak pengadaan antara Indonesia dan Korea Selatan dengan nilai 1 milyar dolar untuk menambah jumlah kapal selam kelas ini yang dimiliki Angkatan Laut Indonesia dari yang baru memiliki 3 kapal ini dan diharapkan sudah dapat diselesaikan dalam 10 sampai 15 tahun kedepan.

No comments:

Post a Comment